Tampilkan postingan dengan label sedekah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sedekah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Januari 2010

@Dibalik sedekah dan infak

1. Sedekah merupakan perintah Allah

Allah Ta`ala berfirman :
” Hai orang – orang yg beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yg pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang – orang kafir itulah orang – orang yg zalim ” ( Al Baqarah, 2:254 )

Yang dimaksud Syafaat di atas ialah usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Melalui ayat diatas Allah memerintahkan hamba-hambaNYA supaya menginfakkan sebagian dari apa yang telah DIA karuniakan kepada mereka dijalan NYA, yaitu jalan kebaikan. Agar pahala infak tersebut tersimpan di sisi Allah Ta`ala dan supaya mereka segera mengerjakan hal tersebut dalam kehidupan dunia ini.

Yang dimaksud “hari” ialah hari kiamat, yang pada saat itu persahabatan dan kekerabatan tidak lagi bermanfaat, bahkan keturunan sekalipun tidak bisa berbuat apa-apa. Dan pada hari itu tidak ada orang yang yang lebih zalim dari orang yang menghadap Allah dalam keadaan kafir.

Termasuk membelanjakan harta di jalan kebaikan adalah : membangun dan memelihara tempat – tempat ibadah, membangun sarana pendidikan, membiayai ongkos pendidikan orang2 tak mampu, menyantuni fakir miskin, menolong orang2 yang menderita akibat peperangan dan orang2 yang tertimpa musibah, dan membangun sarana serta fasilitas untuk menunjang kelancaran pembangunan agama Islam.

Allah Ta`ala berfirman :
” Katakanlah kepada hamba2 KU yang telah beriman : Hendaklah mereka mendirikan Sholat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi2 ataupun terang2an sebelum datang hari ( kiamat ) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan ” ( Ibrahim, 14:31 )

Ada dua perintah dalam ayat tersebut. Pertama, mendirikan Shalat. Kedua, menginfakkan sebagian harta. Perintah pertama untuk menciptakan dan menjaga hubungan dengan Tuhan. Perintah kedua bermakna untuk menciptakan dan menjaga hubungan antara sesama hamba dan sesama manusia.

Allah memberikan petunjuk tentang cara memberikan infak atau sedekah, yaitu dengan cara terang2an atau sembunyi2. Kedua cara itu harus didasari dengan niat yang ikhlas.

Allah Ta`ala berfirman :
” Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu; lalu ia berkata ” Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang2 yg saleh? ” ( Al Muafiquun, 63:10 )

Harta kekayaan manusia hanya berarti ketika ia masih hidup. Ia dapat menggunakan sesuka hatinya. Adanya perintah infak untuk mengingatkan manusia, bahwa apa yang ia miliki pada hakikat nya adalah milik Allah. Manusia terlahir ke dunia tanpa membawa dan memiliki harta. Dengan kemurahan dan kasih sayang Allah, manusia dapat memiliki apa yang di inginkan nya.

Perintah infak juga sebagai ujian terhadap keimanan seseorang. Manusia yang dikuasai harta kekayaannya tentu akan berat mengeluarkan sebagian hartanya, sekalipun sedikit, Dan sebaliknya bagi orang2 yang yakin , maka ia akan dengan serta merta menyerahkan hartanya di jalan Allah. Orang beriman yakin, bahwa dengan mengeluarkan infak, harta justru bertambah dan berkah.

2. Sedekah sebagai bukti keimanan yang sehat dan kuat.

Dari Abu Malik al-Harits bin Ashim al-Asya`ari ra, ia berkata : Rasulullah bersabda :

“Sering bersuci ( berwudhu ) merupakan bagian dari iman, Tahmid itu memenuhi timbangan amal, tasbih dan tahmid itu keduanya atau salah satunya dapat memenuhi langit dan bumi. Shalat itu cahaya, sedekah itu bukti, kesabaran itu cahaya, Al Qur`an itu hujah bagimu atau menjadi hujah untuk membantahmu. Setiap manusia berangkat dipagi hari lalu menjual dirinya, maka ia membebaskannya atau membinasakannya “. ( HR.Muslim )

Berkata Ibnu Rajab rahimahullah : ” Adapun sedekah itu menjadi hujah atau bukti (burhan), dan burhan itu adalah sinar yg menyertai wajah matahari. “

Dan dari Hadits Abu Musa : ” Sesungguhnya ruh seorang mukmin itu keluar dari jasadnya bercahaya seperti cahaya matahari. Suatu hujah yang dapat mematahkan argumentasi itu dinamakan ” Burhan “, karena penunjukannya yang jelas atas suatu objek. Maka demikian pula sedekah itu dikatakan “burhan”, karena menjadi bukti yang mantap.”

Maka simaklah makna2 yang tinggi sebagaimana terkandung dalam susunan kalimat dari ucapan2 Nabi S.A.W tersebut, semoga Allah S.W.T memberikan rahmat NYA kepadamu.

3. Sesungguhnya pelaku sedekah sangat merasakan nikmat iman

Dari Abu Darda ra, Nabi S.A.W, beliau bersabda :
” Lima macam yang barang siapa melakukannya disertai iman, maka ia akan masuk surga : Barang siapa memelihara sholat lima waktu dengan sebaik2 nya,m wudunya, rukunnya dan waktu2 nya, serta memberi zakat sebagian harta dengan baik hati (ikhlas)”. Ia berkata : Dan beliau bersabda : ” Demi Allah, tiadalah yang melakukan itu kecuali orang mukmin “.

Ibnu Rajab rahimahullah berkata : Maksud ( dalam keadaan baik hati ) : atau dengan sedekah sebagai tanda adanya rasa manis dan lezatnya iman. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abdullah bin Mu`awiyah al-’Amiri dari Nabi S.A.W, beliau bersabda : ” Ada tiga perkara yang barangsiapa melakukannya, maka sungguh ia telah merasakan lezatnya Iman, ialah : Orang yang menyembah Allah yang maha Esa dan sesungguhnya tiada Tuhan kecuali Allah, menunaikan zakat hartanya dengan baik hati yang datang kepadanya setiap tahun “.

Mengeluarkan harta untuk kepentingan agama memang terasa berat, lebih2 seseorang dalam keadaan serba terbatas. Godaan untuk melakukan infak di jalan Allah selalu ada, sepeti bisikan takut harta menjadi berkurang, atau masih banyak keperluan hidup yang mesti dibiayai, dan godaan2 lainnya yang tersembunyi dalam diri.

4. Sedekah itu mensucikan jiwa

Allah Ta`ala berfirman : ” Ambillah zakat dari sebagian harta mereka , dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka , dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu ( menjadi ) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui “. ( At Taubah, 9 : 103 )

Ketahuilah – semoga Allah memeliharamu – sesungguhnya infak itu dapat mensucikan dirimu dari penyakit pelit dan kikir, dan ia pun dapat mensucikan diri menjadi bersih dan suci.

Ayat ini menjadi undang2 wajibnya mengeluarkan zakat bagi orang yang berharta. Penguasa atau badan yang berwenang untuk pemungutan zakat berhak meminta bahkan memaksa kepada orang2 kaya agar mengeluarkan zakat harta. Orang yang merasa berat mengeluarkan zakat berarti ia bergelimang dengan kekayaan yang kotor.

Dengan mengeluarkan zakat, maka harta akan terlindungi, jiwa menjadi tenang dan hidup penuh kedamaian tanpa ada rasa khawatir. Orang yang tidak mau mengeluarkan zakat atau infak, berarti ia telah berbuat zalim. Harta, dana atau uang zakat dan infak adalah milik orang2 fakir dan miskin. Dengan demikian Islam hendak menciptakan kehidupan yang adil dan serasi dengan adanya perintah zakat atau infak.

@Kekuatan sedekah

Ini pendapat Joe Vitale, penulis Spiritual Marketing. Juga pendapat banyak penulis lain yang dari pengalamannya mendapati bahwa semakin dia rela memberi (bersedekah) semakin banyak apa yang dia sumbangan itu kembali kepada dirinya dengan berlipat-lipat. Kalu dia nyumbang uang, maka (biasanya) akan datang uang. Kalau tenaga, maka akan kembali banyak bantuan. Kalau ilmu, maka akan kembali lebih banyak ilmu. Mereka menemukan bahwa "to give in order to get" adalah suatu hukum universal.

Sebentar, masih menurut orang-orang tersebut, hanya sedekah yang tulus lah yang akan menggetarkan semesta. Jadi tidak semua pemberian akan memberikan efek pengembalian yang diharapkan. Tentu saja ini bukan sok merasa lebih tahu tentang cara yang disukai Tuhan, ini adalah berbagi pengalaman apa yang mereka rasakan. Kisah-kisah mereka dikumpulkan dalam e-book "The Greatest Money-Making Secret in History!". Silahkan di download sendiri ya. http://www.plainwords.co.nz/greatestmms.pdf

Berikut ini cara bersedekah (menyumbang) yang mereka rasakan mampu menggetarkan spiritualitas mereka :

1. Bersedekahlah saat merasa ingin bersedekah, jangan sampai merasa terpaksa. Bila saat bersedekah kita justru merasa kesal, maka akan tertanam di bawah sadar bahwa bersedekah itu tidak enak, bahkan mengesalkan. Mungkin seperti kalau kita bayar parkir kepada preman di pinggir jalan. Ada perasaan terpaksa, tak berdaya, bahkan dirampok. Bukan karena besar kecilnya nilai uang, tapi rela tidaknya perasaan saat memberikan sumbangan. Kalau anda sedang suntuk, tunggu sampai hati lebih riang. Memberi dengan berat hati akan memberi asosiasi buruk ke alam bawah sadar.

2. Bersedekahlah kepada sesuatu yang disukai sehingga hati Anda tergetar karenanya. Mungkin suatu ketika Anda ingin menyumbang yatim piatu, di waktu lain mungkin menyumbang perbaikan jembatan, mungkin pelestarian satwa yang hampir punah, mungkin disumbangkan untuk modal usaha bagi seorang pemula. Intinya adalah Anda sebaiknya menyedekahkan pada hal yang membuat perasaan Anda tergetar. Setiap orang akan berbeda. Seringkali seseorang menyumbang ke tempat ibadah, tapi hatinya tidak sejalan, hanya karena kebiasaan. Menyumbang yang tak bisa dihayati tak akan menggetarkan kalbu.

3. Bersedekahlah dengan sesuatu yang bernilai bagi Anda. Kebanyakan wujudnya adalah uang, namun lebih luas lagi adalah benda yang juga anda suka, pikiran, tenaga, ilmu yang anda suka. Dengan menyumbang sesuatu yang anda sukai, membuat anda juga merasa berharga karena memberikan sesuatu yang berharga.

4. Bersedekahlah dalam kuantitas yang terasa oleh perasaan. Bagaimana rasanya memberi sedekah 25 rupiah? Bagi kebanyakan orang nilai ini sudah tidak lagi terasa. Untuk seseorang dengan gaji 1 juta, maka 50 ribu akan terasa. Bagi yang perpenghasilan 20 juta, mungkin 1 juta baru terasa. Setiap orang memiliki kadar kuantitas berbeda agar hatinya tergetar ketika menyumbang. Nilai 10 persen biasanya menjadi anjuran dalam sedekah (bukan wajib), mungkin karena sejumlah nilai itulah kita akan merasakan "beratnya" melepas kenikmatan.

5. Menyumbang anonim akan memberi dampak lebih kuat. Ini erat kaitannya dengan ketulusan, walaupun tidak anonim juga tak apa-apa. Dengan anonim lebih terjamin bahwa kita hanya mengharap balasan dari Tuhan (ikhlas).

6.Bersedekah tanpa pernah mengharap balasan dari orang yang anda beri. Yakinlah bahwa Tuhan akan membalas, tapi tidak lewat jalan orang yang anda beri. Pengalaman para pelaku kebanyakan menunjukkan bahwa balasan datang dari arah yang lain.

7. Bersedekahlah tanpa mengira bentuk balasan Tuhan atas sedekah itu. Walaupun banyak pengalaman menunjukkan bahwa kalau bersedekah uang akan dibalas dengan uang yang lebih banyak, namun kita tak layak mengharap seperti itu. Siapa tahu sedekah itu dibalas Tuhan dengan kesehatan, keselamatan, rasa tenang, dll, yang nilainya jauh lebih besar dari nilai uang yang disedekahkan.

Demikian berbagai hal yang berkaitan dengan prinsip bersedekah. Prinsip-prinsip ini sangat sesuai dengan petunjuk rasulullah Muhammad berkaitan dengan sedekah dan keutamaannya. Kalau tak salah, ada hadits yang menyatakan bahwa tak akan menjadi miskin orang yang bersedekah. Dijamin.

Selain itu bersedekah juga menghindarkan diri dari marabahaya.

Ada sebuah kisah yang kalau tak salah saya dapat dari Pak Jalaluddin Rakhmat tentang seorang yang ditunda kematiannya karena bersedekah. Suatu ketika rasulullah sedang duduk bersama para sahabat. Lalu melintaslah seorang yang memanggul kayu bakar. Tiba-tiba Rasulullah berkata kepada para sahabat, "Orang ini akan meninggal nanti siang."

Sorenya ketika Rasulullah duduk bersama para sahabat, melintaslah orang tersebut. Maka dipanggillah orang tersebut oleh rasul dan ditanya, "Aku diberitahu (malaikat) tadi pagi bahwa kamu akan menemui ajal siang tadi. Tapi kulihat kamu masih segar bugar. Apa yang telah kamu lakukan?" Kemudian orang itu berkisah bahwa tadi pagi dia membawa bekal makan siang. Lalu di tengah jalan bekal itu dia sedekahkan kepada orang yang membutuhkan. Selanjutnya, kata orang itu, saat kayu-kayu bakar diletakkan tiba-tiba seekor ular hitam keluar dari dalamnya. Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa ular itulah yang sedianya akan mematuk orang tersebut, namundia berpindah takdir karena sedekahnya menghidarkan dia dari bahaya tersebut.

(Demikian lebih kurang sebuah kisah yang saya tahu. Sayang saya lupa detilnya, apalagi perawinya. Jadi mohon dicari sendiri sumber kisah tersebut. Seingat saya kisah tersebut dari Pak Jalal yang saya kenal punya banyak sumber terpercaya.)

Kisah itu menunjukkan keutamaan sedekah yang bisa menghindarkan diri dari bahaya, sekaligus menujukkan bahwa cara Tuhan membalas sedekah tidak dalam bentuk dan jalan yang kita duga.

Rabu, 06 Januari 2010

@Kisah ustad yusuf mansyur menemukan tuhan

Hikmah itu datangnya dari mana saja.....

Beberapa hari yang lalu, di stasiun TV One secara nggak sengaja saya melihat ada Ustad Yusuf Mansur. Kebetulan waktu itu habis sholat tarawih dan ingin santai sejenak. Wah kebetulan nih ada ceramahnya ustad Yusuf mansur…pikirku. Ternyata bukan ceramah….melainkan kisah tentang tokoh….yang selalu ditayangkan oleh tv One setiap kamis malam.

Waktu itu ustad Yusuf Mansur berkisah tentang perjalanan hidupnya yang penuh dengan masalah. Dililit hutang banyak.... Ditagih sana sini…sampai akhirnya masuk penjara 2 kali. Wah pokoknya betul-betul lengkap deh…kata ustad Yusuf Mansur waktu itu.


Di tengah acara tiba-tiba datang seorang sahabat ustad Yusuf mansur…yaitu Mucele….yang biasa tampil di acara Republik Impian. Saat itu Ustad Yusuf Mansur memeluk sang sahabat…yang katanya betul-betul sahabat sejati. Karena Mucele ini……selalu menemani Ustad Yusuf Mansur baik dikala susah maupun senang…tapi waktu itu …banyak susahnya katanya.

Pernah suatu saat Mucele diajak oleh Ustad Yusuf mansur ke suatu tempat kemana gitu….Si Mucele ini nggak pernah nanya mau kemana …pokoknya kalau di ajak ustad Yusuf mansur ….mau aja. Tiba-tiba dalam suatu perjalan kedua orang yang mengendarai sepeda motor baru milik Mucele ini…..menabrak trotoar. Saking kerasnya tabrakan itu…sampai-sampai ustad Yusuf Mansur terpental jauh sampai ke tengah jalan…..dan pingsan. Sedangkan Mucele…masih sadar di dekat motornya. Waktu itu Mucele hanya berpikir …waduuuh…gimana nasib Ustad Yusuf mansur yah…..secara refleks dia langsung menggeser tubuh ustad Yusuf Mansur ke pinggir jalan dan sambil menunggu bantuan.

Akhirnya Ustad Yusuf Mansur di bawa ke sebuah rumah sakit swasta di Jakarta. Nah…pas di Rumah sakit itulah ustad Yusuf mendapatkan hikmah yang luar biasa besarnya.

Rupanya sebelum kejadian kecelakaan tersebut…pikiran ustad yusuf mansur dipenuhi dengan beban hutang dan masih banyak masalah lainnya yang sangat berat waktu itu. Sehingga waktu mengendarai sepeda motor menjadi tidak konsentrasi dan akibatnya terjadilah kecelakaan itu. …..Tapi justru karena kecelakaan itulah…katanya membawa hikmah yang luar biasa kepada dirinya.

Bagaimana kecelakaan kok malah membawa hikmah…?

Ceritanya begini. Sewaktu dia di rawat di Rumah Sakit tersebut...di sbelah ustad yusuf mansur ada seorang yang sedang didoakan oleh pastur atau pendeta. Sang Pendeta ini berkata kepada pasien yang di sebelah ustad Yusuf mansur tersebut....” Apapun kondisi anda ....seberat apapun beban hidup dan sakit yang anda derita ....Yakinlah bahwa Tuhan itu sangat besar kuasa Nya. Dia bisa menyembuhkan dan membawa kebaikan kepada siapapun yang dikehendaki Nya dalam sekejab...”

Waktu itu Ustad Yusuf Mansur, dari kata-kata sang pendeta itu dia terjemahkan di dalam pikiran nya sendiri sebagai berikut: ” Seberapa besarpun beban hutang saya....saya harus yakin bahwa Alloh Maha kuasa untuk melunasi Nya. Asalkan saya percaya dan tawakkal kepada Nya....Oh Iya...ya...kenapa selama ini saya melupakan Alloh. Kenapa saya tidak mengharapkan pertolongan Alloh dan menganggap bahwa semua masalah ini bisa saya selesaikan sendiri. Sungguh saya termasuk orang yang lupa......dst. Ustad Yusuf Mansur menangis tersedu-sedu.

Begitulah petunjuk Alloh datang melalui lisan seorang Pendeta. Memang hidayah Alloh itu datangnya bisa dari mana saja. Asalkan kita mau membuka hati dan pikiran kita...maka kita akan mendapat petunjuk yang tidak disangka-sangka. Bahkan para kaum sufi jaman dulu....hanya lewat desiran angin mereka sudah merasakan kebesaran Alloh. Jalaludin Ar Rumi...mendengarkan bunyi2 an seruling atau bahkan ketukan palu...pun...sudah bisa menggetarkan hatinya akan kebesaran Alloh. Maka seperti itulah akhirnya yang terjadi pada diri ustad Yusuf mansur.

Mulai saat itu dia bertekad untuk selalu melaksanakan perintah Alloh dan meminta pertolongan kepada Alloh. Sampai akhirnya dia sadar akan kesalahan selama ini.

Wah berarti sudah insaf ya ustad...? belum juga . Ternyata perjalanan masih berliku. Ustad Yusuf mansur sempat masuk penjara lagi. Dan didalam penjara inilah ......keajaiban sedekah dia terapkan. Ceritanya begini....pernah suatu saat ustad Yusuf mansur mempunyai sepotong roti. Pas dia mau makan...ternyata dia melihat di tembok penjara ...ada sederetan semut. Kemudian dia secara spontan tergerak untuk memberikan rotinya kepada semut. Sambil berkata,” Semut, kamu sudah saya beri roti yang cuman satu ini...... tolong doakan saya biar mendapat rezeki yang banyak dan barokah ya...!”. Begitu doa ustad Yusuf mansur saat itu.

Teryata apa yang diharapkan ustad Yusuf mansur terkabulkan. Karena tidak seberapa lama...tiba-tiba saja si penjaga penjara bertanya kepadanya,” Hai Ucup..kamu sudah makan belum...? kalau belum nih saya kasih ayam goreng”. Waktu itu ustad Yusuf mansur sangat bersyukur pada Alloh yang telah mengabulkan doanya. Mulai saat itu akhirnya ustad Yusuf Mansur sangat percaya dengan kekuatan sedekah.

Demikian yang dapat aku sampaikan ada kurang lebihnya saya mohon maaf. Karena ini hanya berdasarkan pemahaman saya tatkala melihat tayangan tv one tersebut.

@Dhuha Coffee Ustadz Yusuf Mansyur

Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii washahbihii ajma’iin. Nastahgfiruka wa natuubu ilaih.

Semoga kita, orang-orang tua kita, anak-anak keturunan kita, saudara-saudara kita, jamaah kita, dan segenap orang-orang yang beriman, semua diampunkan Allah; semua disehatkan Allah; dimenangkan di setiap pertempuran terbuka dengan kuffaar dan syayaathiin; dibukakan banyak jalan rizki yang luas, yang halal, yang barokah; dijadikan saleh salehah diri kita dan anak keturunan kita; istiqamah di urusan-urusan yang sunnah dan bener di urusan yang wajibnya; cinta sama bangun malam, berjamaah, dan baca al Qur’an; hidup mulia dengan hanya bergantung sama Allah saja; baik di urusan rizki, masalah hidup, hajat hidup, penyakit, dan urusan-urusan dunia; bahwa yang kita lakukan sebagai ikhtiar dunia, adalah sebagai ibadah kepada Allah saja, bukan sebagai tujuan. Termasuk di urusan hasilnya. Kita berdoa juga semoga Allah jadikan kita-kita ini termasuk orang-orang yang meyakini janji-janji-Nya, dan menaati apa yang Rasulullah seru; kita lakukan ibadah dengan riang, sebab juga ada begitu banyak kelimpahan Janji Allah dan Rasul-Nya yang membuat kita bersemangat dan enteng dalam menjalani hidup.
Ok, titip-titip doa selalu ya untuk kita semua. Jangan malas-malas berdoa untuk yang lain. Sebab ketika berdoa untuk yang lain, sesungguhnya itulah sedekah kita, dan akan kembali kepada kita. Malaikatlah yang akan mendoakan kita, sebagaimana doa yang kita panjatkan untuk orang lain. Betul-betul rajinin berdoa dan mendoakan yang lain, termasuk untuk negeri kita agar selamat dunia akhirat semua elemen bangsanya.
Saya pribadi berdoa, agar kiranya Allah jadikan website www.wisatahati.com ini benar-benar menjadi salah satu jalan buat kita semua untuk taqarrub ilallaah, mendekatkan diri kita kepada Allah; baik itu kolom smsnya, kolom artikel lepasnya, kolom dhuhaacoffee nya, kolom kuliahonline nya, kolom testimoninya, dan lain-lain kolom yang ada di sini. Semoga Allah jadikan setiap huruf yang ditulis dan dibaca, serta disyiarkan, menjadi saksi di yaumil hisaab, bahwa kita-kita ini pernah berada di jalan yang menuju Jalan-Nya, dengan segala keterbatasan dan kekurangan kita semua. Kepada Allah semua kita kembalikan.
Washallallahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi washahbihii ajma’iin, walhamdulillahi robbil ‘aalamiin.
Dhuha Coffee (bag.1)

by yusufmansur on 25-02-2009

Setiap hari kita hutang dua rakaat Dhuha sama Allah. Hutang sebab kita makai badan & karunia-karunia pemberian Allah. Kalaulah bayarnya pakai uang, niscaya tidak akan ada yang bisa bayar.
Itulah sebab Allah meminta kita shalat dua rakaat sebagai “bayaran” atas segala karunia-Nya kepada kita, dan tiadalah tercatat kita berhutang pada-Nya.
Itulah sebab juga mengapa ada karyawan yang hilang tabungan setelah ia bekerja setahun penuh. Atau sebab mengapa seorang pengusaha hilang penghasilannya selama satu tahun penuh.
Barangkali salah satu sebabnya adalah sholat Dhuha tiada kunjung ia lakukan. “Perhitungan hutang”, tetap berlaku dan dijalankan Allah. Maka apa yang didapat oleh seseorang atau yang dihasilkan, akan diambil ulang oleh Allah sebagai kewajiban terhutang. Apalagi kalau kemudian maksiat dan hal-hal yang wajib tiada ia lakukan, pasti bertambah-tambah minusnya.

Bagamana mengejarnya? Tunggu ya jawabannya…


Dhuha Coffee (bag.2)

by yusufmansur on 25-02-2009

Ini dari salah satu pengunjung web. Luar biasa. Saya bersyukur bila mulai jadi perenungan. Yang penting tidak jadi kegelisahan, sebab Allah mah betul-betul Maha Pengampun. Apa yang saya tulis, mudah-mudahan membuat kita-kita menjadi orang yang mulai menaruh perhatian terhadap urusan-urusan ibadah.
Selama ini kita hanya perhatian sama urusan-urusan kita saja, termasuk urusan-urusan dunia kita. Tapi terhadap urusan-urusan Allah, hak-hak Allah, kita biasa-biasa saja. Tidak ada perhatiannya melainkan sedikit. Berikut komen salah satu jamaah. Saya bangga:

Ustadz saya baru aja baca tulisan dhuha coffeenya ustadz, saya termasuk yg punya banyak hutang dhuha sama Allah, karena baru mulai mengerjakan dhuha dua bulan belakangan ini, sedangkan umur udah 34thn 2bln, artinya kalo saya akhil balig umur 10thn, saya punya utang 24 thn, atau sekitar 8760 hari dan itu berarti saya punya utang dhuha sebanyak 17520 rakaat, ini sebab kali makanya hidup saya kurang berkah, sekarang gimana nih tadz buat ngejarnya, buruan tulisannya diterusin, wassalam (saifulloh, member wh com).
Alhamdulillah kalo yg muncul adalah “perenungan”. Kita jadi berpikir. Subhaanallaah… Ampunan Allah insya Allah udah diberikan buat saudara. mudah-mudahan juga buat sesiapa yg selama ini lalai di ibadah-ibadah, trmasuk di urusan dhuha. Insya Allah nanti saya teruskan bila sdh waktunya. Doain saya ya.
saya doain ustad, sambil saya juga minta doa dari ustadz, btw kalo saya mau ketemu ustadz enaknya kapan ya?
Ini udah ketemu.
boleh saya tlp sekarang, kalo ga ganggu
Ga boleh, he he he.
serius nih Tadz, saya mau denger suara ustadz
Serius. Dengerin ngajinya aja.
beda Tadz, tapi gapapa, saya serahin aja sama Allah, kalau Dia mau mempertemukan kita pasti kita bakal ketemu, betul ga Tadz
Betul.
salam sama keluarga Tadz, saya juga sering cerita ke istri tentang tulisan-tulisan ustadz, doain ya Tadz biar Allah cepet angkat masalah saya (yang sebenernya bikinan saya sendiri), pengennya berpanjang-panjang lagi ngobrolnya tapi takut ganggu, semoga Allah selalu merahmati Ustadz. Wassalamu’alaikum.
Iya, saya sambil acara nih sms antum. Ya gitu dah. mudah-mudahanan pada ngerti semua yg berkeinginan silaturahim dg saya, ckp dg cara begini, dan mengaji juga dengan cara-cara yang praktis. Tidak harus selalu ketemu.
begini aja hati saya rasanya udah kayak diguyur hujan Tadz, buat info aja, saya juga ikut kuliah online ustadz (maaf masih terus juga nih smsnya)
Ga apa-apa. Terus saja. Sepanjang saya bisa bales, ya saya bales.


Dhuha Coffee (bag.3)

by yusufmansur on 25-02-2009


0815113xxxxxx:
Ass ust. Yusuf yth, Dengan ini saya pribadi, keluarga dan jama’ah mengundang ustadz utk hadir pd acara tahlil hari ke-7 meninggalnya anak saya, alm. “AZ” (26 th) karena sakit infeksi selaput otaknya. Insya Allah acara pada hari minggu malam senin, 15 Feb 2009 ba’da isya. Sungguh akan menjadi pelipur duka hati dan penghormatan luar biasa bagi keluarga kami bila ustadz benar-benar berkenan hadir. Demikian ustadz, lebih dan kurangnya mohon ma’af. Wass, H. “A. ZA”, Permata Hijau, Jaksel.

Pengennya sih saya datang Haj. Namun selain jadual-jadual baru udah sulit saya penuhi untuk sementara waktu, juga kayaknya posisi saya lagi jauh tuh dari sana. Lihat-lihat keadaan nanti sorenya ya. Sms saya lagi aja jam 17 nya. Haj, saya turut mendoakan agar almarhum diberikan kelapangan di alam kuburnya, ampunan dan derajat yang tinggi di sisi Allah. Juga buat antum sekeluarga. Doakan saya dan keluarga, supaya jangan ampe dapat penyakit-penyakit yang berat yang seperti antum punya anak alami. Masya Allah, kadang saya shalat hajat dan taubat sampe 5-7x sehari. Menjadi pengiringin shalat-shalat fardhu + pengiring dhuha & tahajjud. Artinya, di setiap penyelenggaraan shalat fardhu berikut qabliyah ba’diyahnya, saya susul lagi dg shalat taubat dan hajat. Juga tatkala shalat dhuha dan tahajjud, saya pun berusaha mengiringin taubat dan hajat. Supaya apa? Supaya jadi riyadhah buat penyakit. Maksudnya? Ya, supaya saya, anak keturunan saya, istri saya, orang-orang tua saya, saudara-saudara saya, jamaah saya, dan segenap kaum muslimin betul-betul bisa terhindar dari penyakit-penyakit berat; gagal jantung, stroke, ginjal, hipertensi, kanker, tumor, aids, kolera, demam berdarah, usu buntu, penyakit seputar pencernaan, otak, panca indera, dll. Sungguh, banyak kasus penyakit yang datang ke saya, dan saya menganjurkan mendekatkan diri kepada Allah. Maka daripada kami-kami juga kemudian ngencengin ibadah setelah kena, maka lebih baik dari sekarang ketika sehat. Termasuk sedekah untuk penyakit. Kami-kami, khususnya saya, afwan, mengencangkan sedekah dari ketika sehat ini, masya Allah supaya sehat dan disehatkan lahir batin oleh Allah, dan dipanjangkan umur bukan saja dalam keadaan taat, tapi juga dalam keadaan sehat wal afiat. Jazaakallaah atas smsnya. Mudah-mudahan menjadi pengingat saya terus untuk lebih mendawamkan lagi segala riyadhah sebagai bentuk proteksi terhadap penyakit. Masya Allah, subhaanallaah, walhamdulillah.


Dhuha Coffee (bag.4)

by yusufmansur on 25-02-2009

“Shalat dhuha itu sing ikhlas. Jangan karena pengen kaya, jangan karena pengen pintu rizki dibuka. Jangan karena pengen banyak duit,” begitu kita dengar dari orang-orang yang kepengen memurnikan ibadah agar semata ikhlas karena Allah.

Di dalam buku The Miracle of Giving yang saya tulis, saya menyebut tidak mengapa kita melakukan ibadah dan mengejar apa yang Allah janjikan. Ketika yang lain menamakan pamrih dan atau tidak ikhlas, saya menyebutnya: Iman. Percaya. Karena saya percaya sama apa yang diseru Allah dan Rasul-Nya, lah ya saya kerjakan. Ketika Allah dan Rasul-Nya menyuruh dhuha agar rizki terbuka, dan atau menjanjikan keutamaan dhuha bisa begini dan begitu, ya saya sambut. Saya kerjakan. Sepenuh hati. Ini juga namanya Ikhlas. Bahasa entengnya: Nurut. Tunduk. Kita percaya sama Allah. Masa janji yang dijanjikan oleh Yang Maha Benar kita sia-siakan? Iya ga? Sambut, percaya, yakini, dan jalankan. Manteb.

Apa lagi yang utama selain begini? Ketika yang lain shalat dhuha kosongan (tak berharap apa-apa), saya mah mengerjakan dengan “isi”. Maksudnya, dengan doa. Doa itu permintaan dan harapan. Ga usah pake dhuha, doa mah ga dhuha juga ga apa-apa. Apalagi kalau mau mbarengi dengan dhuha sebagai amal saleh pengiring doa. yang lain yang tidak meminta sama Allah, akan pulang dengan membawa pahala dhuhanya saja. Sedang saya dan jutaan orang yang meminta kepada Allah dengan mendahului dhuha, akan pulang dg membawa pahala dhuha, keyakinan, dan pahala doa.

Doa juga ada pahalanya loh. Meminta itu kan, doa. Mukhlishiena lahud dien, ikhlas, nurut, manut, percaya, sama apa yang Allah gariskan. Ikhlas dalam bahasa Indonesia, jangan samain dengan Ikhlas dalam bahasa Arab. Dalam bahasa arab, apalagi bahasa agama, kata-kata ikhlas panjang artinya. Bukan kosongan model pengertian ikhlas dalam bahasa Indonesia. Kalau dalam bahasa Indonesia kan kesannya jadi kayak kagak boleh minta apa-apa. Ini kan gila. Masa sama Allah jadi ga boleh minta? Sedang kita malah disuruh minta sebagai sarana ibadah juga sama DIA. Siapa yang minta sama Allah, tandanya perlu. Semakin banyak mintanya, semakin bagus.

Saya mah ga mau denger omongan orang yang ngomong begini: “Jangan minta terus sama Allah. Malu”. Maksudnya sih pasti bagus. Tapi saya benar-benar ga mau pake kalimat itu. Saya lebih suka make: Minta terus sama Allah. Sering-sering. Tapi jangan lupa amal salehnya, ibadahnya, tauhidnya. Diperbaiki. Adalagi yang mengatakan, sesiapa yang dhuha karena masalah, karena pengen rizki, maka ketika sudah dibuka rizki, setelah masalahnya selesai, akan selesai juga dhuhanya. Lah, dua tesis dijadikan jadi satu prasa. Ini membingungkan. Sedang Allah sendiri yang bilang, bahwa dhuha itu benar-benar pintu rizki dan jalan kalau masalah mau ditolong Allah. Lalu kita datang menyambut, maka turunlah rizki dan selesailah masalah. Apa ini salah? Kalau kemudian orang tersebut behenti dhuhanya, ya jangan salahin “sistem” nya. Jangan salahin keyakinan yang pertama. Salahin dia dong. Kenapa dia ga bersyukur. Mestinya kan kalau sdh dibukakan rizki, dibukakan jalan, ya istiqamahin dong. Ditetepin dong. Dhuhanya. Jangan malah berhenti.

Nih ya, apalagi kalau kemudian orang yang menjalankan dhuha itu kemudian jatuh blangsat sebab ga mengerjakan lagi dhuha, wuah, omongannya akan bertambah: Situ sih, mengerjakan dhuha bukan karena Allah! Bagi saya, kejatuhannya, bukan sabab niatan yang salah. Bukan. Tapi lebih dikarenakan dia ga bersyukur. Wong mestinya tambah ingat, ini koq jadi lupa. Ya terang saja dihabisin lagi sama Allah, dan dibalikin lagi ke posisi semula. Atau malah lebih hina. Waba’du, kita terusin lagi nanti ya. Met dhuha. Kejar terus ketertinggalan kita dalam ibadah dhuha. Apa yang saya jelaskan, berlaku juga untuk penjelasan tahajjud, sedekah, mahabbah sama orang tua, dan ibadah-ibadah lainnya. Mari kita percayai janji Allah. Itu malah jadi salah satu keutamaan tambahan.
Dhuha Coffee (bag.5)

by yusufmansur on 25-02-2009

Pertanyaan dari 08562160xxxx:
Assalamualaikum w.w, ustadz.. Apakah memang sunatullahNya harus begini ya.. Ketika kita coba memperbaiki diri, kita harus mengalami situasi ‘drop’ dalam arti kekurangan harta.. Padahal kita tentu maunya meningkat.. Saya rabu kemarin genap 40 hari dhuha ustadz.. dengan zikir ‘ya fattahu ya rozzaqu’ yang ustadz ajarkan..

Jawaban Ustadz Yusuf Mansur:
Selama 40 hari, deket sama Yang Punya Harta. Ini melebihi apapun. Cara pandangnya saja yang diubah. Kemaren, kita tiada bagus ibadah. Sekarang, kita lumayan ajeg ibadahnya. Dan percayalah, ga ada yang sia-sia. Saya selalu make tahapan-tahapan : 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, 40 hari, dan 100 hari. Di angka-angka hari ini, pasti insya Allah ada kebaikan. Bilamana tidak tembus hajat dan tidak selesai masalah, biasanya yang bersangkutan pernah melakukan 1 dari 10 dosa besar. Maka, pengarahan fadhilahnya diarahkan Allah lebih kepada dosa dan maksiatnya. Kemudian diulangi saja lagi dengan stamina yang lebih dari yang kemaren. Insya Allah naik senaik-naiknya. Jika tiada ada dosa yang berarti, maka berarti ada maksud Allah untuk manjangin umur. Barangkali takdir umurnya nyampe. Maka Allah panjangin dulu umurnya. Atau kena bala. Balanya yang disingkirkan. Perbanyak husnudzdzan sama Allah ya.

Btw, ada orang yang beranggapan bukanlah dosa tidak tepat waktu, dan bukanlah dosa tidak berjamaah dalam shalat wajib, dan bukan juga berdosa tiada tertegak sunnah-sunnah muakkadah; qabliyah ba’diyah, dhuha, tahajjud, dan witr. Padahal itu semua adalah dosa dan memiliki pengaruh positif negatif tersendiri. Banyak CD yang di dalamnya sudah saya bahas tentang ini. Salah satunya: CD Wasiat Terakhir Rasulullah dan Benahi Shalat Kita.KuliahOnline juga sudah tak bahas. Kejar terus amal ibadah yang kurang-kurang, untuk menggenapinya. Baarokawloohu fiikum. Coba dicari ya. Juga buku-buku. Bahkan di

Btw, ini dari siapa? Sengaja sms ini tidak saya taruh di sms tanya jawab, melainkan saya taruh di Dhuha Coffee. Sebagai ilmu yg lbh gampang diaksesnya, dan terbuka. Waba’du, sementara itu, ada juga yang ga melihat bahwa sesungguhnya perjalanannya sudah nyampe. Perjalanan riyadhah, perjalanan doa. Cuma, ga berasa. Sebab biasanya Allah ga mungkin menyia-nyiakan. Hanya memang yang Allah beri itu lebih ke apa yang kita butuhkan, ketimbang apa yg kita minta. Sempurnakan terus ilmunya ya. Meski saat sms ini saya jawab Kuliah Tauhid belumlah lagi rampung, namun Kuliah Tauhid di KuliahOnline sangat bagus untuk pondasi iman dan amal saleh. Doakan juga saya dan semua kawan yang sedang belajar menuju Allah.

Tinggalkan kalimat-kalimat sesat seperti yang saudara ajukan: Mengapa ketika kita mendekat kepada Allah, lalu ujian datang bertubi-tubi? Jangan. Hilangkan kalimat ini. Supaya kawan-kawan kita, saudara-saudara kita, yang lagi berniat berangkat ke Allah, tidak ketakutan. Saya sendiri menikmati situasi ini, yaitu ketika kejadiannya seolah-olah membenarkan kalimat tersebut. Namun segera saya banting ke percaya sama Allah. Dan saya katakan dengan gagah namun tetapi tawadhu di hadapan Kuasa dan Kebesaran-Nya: “Ya Allah, andai Engkau menganggap tidak cukup amal-amalku untuk menahan agar tidak ada dosa yang menghimpit diriku, membebani pundakku, maka tiadalah mengapa Engkau segerakan. Namun jangan ada yang Engkau segerakan, kecuali Engkau melindungiku dari keletihan ibadah kepada-Mu, menodai kepercayaan akan janji-janji,Mu, dan kemudian membuatku putus asa. Ya Allah, aku terima semua kesusahan ini, sebagai selayaknya aku terima. Ketimbang Engkau tunda dan baru kemudian diberikan di akhir hayatku, apalagi di kuburku. Ya Allah, bila amal2ku tidak cukup u/ melindungiku, maka cukuplah Engkau sebagai Pelindungku, sebagai Penolongku, sebagai Penjagaku. Engkaulah ya Allah Yang Maha Menolong tanpa melihat amalku. Engkaulah ya Allah Yang Maha Mengasihi tanpa sebab amalku. Hanya izinkan aku terus mempersembahkan ibadah terbaik untuk-Mu setelah hanya kemaksiatan yang lbh menghias catatan amalku. Kepada-Mu ya Allah Engkau menjaga hatiku u/ tetap bisa tersenyum kepada-Mu, apapun takdir yang Engkau tetapkan untukku”.

Demikian ya. Semoga ini berguna sebagai Dhuha Coffee yang menenangkan hati kita semua. Selamat menegakkan shalat dhuha dan amalan-amalan sunnah lainnya. Mari kita sama benahi yang wajib, dan ngidupin yang sunnah. Saya berdoa agar kita semua tidak tertipu daya setan, yang kadang ia berbisik kepada kita: Tuh, lihat. Kamu mendekat, malah Allah menambah bebanmu. Atau dengan halus setan mengatakan, makanya ibadah, ya ibadah saja. Ga usah punya niat-niatan gitu. Tar ga murni. Akhirnya, sepilah kita dari spirit. Sepilah kita dari motivasi, dan akhirnya tenggelamlah ibadah kita lantaran tak ada semangat. Dan akhirnya, sepi juga dari berdoa. Salam.


Dhuha Coffee (bag.6)

by yusufmansur on 25-02-2009

Saya pernah punya kenalan, namanya Astrid. Sekian lama beliau ga punya anak. Hingga kemudian beliau dan suaminya tos-tosan di urusan sedekah dan melengkapi dengan ibadah sebisanya. Lama tak terdengar khabar sejak “pertemuan” dengan saya, tau-tau sms bahwa beliau berbahagia sangat sudah diberi kesempatan menjadi ibu, dan merasakan hamil dan punya anak. Saya baca lengkap smsnya yang cukup panjang. Ternyata, bayi yang ditunggunya ini hanya berumur 17 bulan. Tapi beliau sangat tabah. Ia memilih berterima kasih kepada Allah, bahwa bagaimanapun ia sempat menjadi perempuan yang merasakan hamil, melahirkan, menyusui, dan menggendong anak sendiri. Ia berterima kasih sudah diberi waktu 17 bulan + masa kehamilan 9 bulan 10 hari.

Subhaanallah, saya baca smsnya menggetarkan hati saya hingga saya menangis sesenggukan. Beliau dan suaminya, silaturahim ke saya, dan banyak bercerita. Saat datang, ditemani seorang ustadz lulusan Kairo. Mengutarakan akan membuat pesantren. Saya anjurkan beliau dan timnya, agar menyelenggarakan shalat dhuha di tanah yg akan dibangun itu, dan menutup pintu dari membuat dan menyebar proposal kepada manusia. Ya, langsung saja buat majelis dhuha bersama anak-anak yang akan diasuh, dan bersama seluruh calon pengurus. Tambahin dengan tahajjudnya, dan shalat-shalat sunnah lainnya. Shalat wajibnya, tetapi di masjid. Aktifitas di tanah tersebut, ga perlu tenda. Cukup pake tikar saja. Ga perlu tenda. Kalo hujan, ya nunggu reda. Intinya, sudah berdoa saja kepada Allah dan berikhtiar sendiri. Hingga kemudian Allah menuntunnya untuk membuat proposal andai proposal pembangunan adalah sesuatu yang baik menurut Allah.
Maksud saya, kuatkan dulu riyadhahnya. Jangan begitu saja gampang membuat proposal dan mengedarkannya. Konon beliau dan timnya setuju. Saya pun bilang, kalau itu tanah sudah dipakai untuk aktifitas kepesantrenan, majelis ilmu, dan majelis-majelis ibadah, insya Allah itu tanah yang akan mendoakan dan meminta kepada Allah untuk menghadirkan orang-orang yang bisa menolong tanpa perlu proposal.

Berikut ini kemudian dialognya lagi sama saya, setelah sekian lama lagi tak ketemu:

(+) Aww Ustadz Yusuf Mansur,saya astrid, yang tempo hari datang bersama ‘ustdz cairo’ ke studio di kebayoran tempat kunfayakun diproses. Semoga Ustdz masih ingat. Alhamdulillah legalitas yayasan saya sudah selesai. Mengusung nama baitul adzkia lil qur’an. Untuk mempererat silahturahmi,saya insya Allah akan mengadakan roadshow santunan yatim ke beberapa pesantren. Termasuk yang dibawah pimpinan Ustadz Yusuf Mansur yang di cipondoh. Dengan ini, saya minta kontak person ustadz yang bisa membantu saya untuk mengkoordinir acara tersebut. Dulu saya sempet punya no ustdz aziz, tapi hilang. Hehe.
Mohon bantuanya. Was, astrid.

(-) Wuih, okkeh. Nanti sekalian saja saya sambungkan dengan kawan-kawan PPPA.

(+) Semoga Allah menerima pemberian saya ini dan memberkahinya. Saya memang butuh dukungan ustadz karena saya awam sekali soal pesantren ini. Cita-cita saya ingin membuat kampung wisata qur’an di samping danau cilangkap, mungkin kelak insya Allah akan bersinergi dengan yayasan Ustadz. Oya, Alhamdulillah, saya sudah hamil lagi, semoga kali ini anak yang saya kandung normal dan sehat bisa menggantikan anak pertama yang sudah berpulang. Minta doa ustdz ya. Ok, kalo gitu, biar ‘ustdz cairo’ yang akan contact ustdz. Wass. Terimakasih.

(-) Subhaanallaah ya… Hamil lagi… Barangkali energi istiqamah dan energi yang besar untuk ikut mensyiarkan agamanya Allah itulah yang menjadi salah satu pendorong Mbak Astrid hamil lagi. Mohon doakan kawan-kawan yang belom hamil ya. Salam buat suami dan buat “Ustadz Cairo” tersebut ya.


Dhuha Coffee (bag.7)

by yusufmansur on 25-02-2009

Yth., Penikmat DhuhaaCoffee, saya bicara-bicara dengan istri, betapa kesungguhan menjalani riyadhah, akan membawa kepada Keajaiban-Keajaiban Pertolongan Allah. Saya mendorong diri saya, dan orang-orang yang punya masalah dan hajat, agar ia sungguh-sungguh beriyadhah (istiqamah di ibadah-ibadah sunnah dan wajib). Sebagai jalan untuk mendorong doa, permintaan dan harapan akan hadirnya pertolongan Allah. Riyadhah saya minta dijalankan sungguh-sungguh di 3hr pertama. Kalau kurang, dan seyogyanya tentu saja terus menerus dan tidak berhenti di 3hr pertama, lanjutkan ke 7hr, 14hr, 21hr, 40 hari, dan 100hr. Tahapan-tahapan ini hanya sebagai terminal saja, agar kiranya kita bisa mengukur ibarat kita cek laboratorium/cek medis berkala untuk mengukur keberhasilan. Saya meyakini, kalau dosa kita ga gede-gede amat mah, ukuran di bawah 40 hari, bisa selesai satu demi satu urusan kita. Seperti dialog saya dengan Ust Farouq, yang istrinya kena lupus. Saya tawarkan Riyadhah 40 hari, sebagai jalan kesembuhan. Saya minta beliau dan istrinya disiplin seperti layaknya mematuhi dokter. Hasilnya, bukan saja kesembuhan, namun juga iman:

(+) +62811221103:

Assalamu’alaikum Ustadz,semoga Ustadz sekeluarga senantiasa dalam karunia nikmat sehat serta dalam limpahan rahmatNya. Tadz mohon doanya,Alhamdulillah setelah hampir 2 minggu yang lalu istri mengikuti wawancara di BRI Syariah bandung,insya Allah siang ini jam 14.30 akan mengikuti wawancara tahap tingkat BRI Syariah Kantor Pusat. Mudah2an ikhtiar hijrah ke BRI Syariah ini sebagai jalan faruq&keluarga utk bersungguh sungguh lebih mendekatkan diri kepada Alloh Subhanahu wata’ala… Jazzakallahu khairan katsira.. Wassalam_faruq&keluarga@bandung

(-) Ya. Insya Allah ini juga adalah buah dari riyadhah yang menjadi setir kehidupan. Dia akan belok sesuai dengan Tuntunan Tuannya: Allah ‘azza wajalla.

(+) Amiin,faruq&keluarga mohon doanya juga Tadz agar terpelihara keistiqamahan menjalankan riyadhah. Subhanallah banyak sekali rizki yang kami dapat setelah mengenal riyadhah,tidak saja sembuhnya istri dari lupus tapi rizki yang lainpun mengikuti baik berupa materi maupun non materi,Subhanallah walhamdulillah.. yang paling penting Tadz,bagaimana kami merasakan secara nyata betapa melimpahnya kasih sayang Alloh.. Hikmah mengenal bahwa tidak ada takdir yang tidak baik dari Alloh untuk hambaNya serta tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh.. Betapa pengalaman sakit lupus telah membuka hidayah menuju kehidupan dalam bimbingan dan ridho Alloh serta betapa lupus juga menjadi pembuka pintu rizki lainnya.. Semoga Alloh mengaruniakan Ustadz keluasan ilmu serta menjadikan Ustadz Ulama kesayanganNya.. Jazzakallahu khairan katsira..

(-) Kecintaan sama Allah, kasih sayang-Nya, ampunan-Nya, jelas adalah yang paling utama untuk dikejar. kita-kita hanya meyakini bahwa riyadhah untuk kesembuhan dan hal2 dunia adalah bentuk aminnya kita akan seruan-Nya. Bahwa segala kemudahan akan diberikan oleh Allah asal kita patuh dan istiqamah. Dan kita-kita juga meyakini, bahwa meminta itu adalah bentuk ibadah. Allah akan tambah sayang dan cinta sama kita, manakala kita selain taat, dengar, dan patuh, terus juga mau meminta kepada Dia sebagai bentuk ibadah kita kepada-Nya. Berharap kepada Allah, jelas adalah suatu kenikmatan dan memliki segudang pahala tersendiri. Selanjutnya, jadilah kita-kita ini orang yang bersyukur ya. Ruq, sampaikan lagi kepada kawan2 yang lain. Kasihan. Banyak yang tidak tahu dan tidak mengerti Jalan-Jalan Kemudahan dari Allah Yang Maha Memudahkan. Tidak sedikit yang berikhtiar di jalan-jalan yang berliku, berbiaya mahal, lagi ga ketahuan ujung pangkalnya untuk setiap urusannya. Sedang yang dituju oleh riyadhah adalah perbaikan ibadah, tauhid, dan amal saleh. Betul kata Faruq, persoalan dunia, adalah persoalan akhirat juga akhirnya. Pencarian kekayaan, pencarian jawaban, pencarian keselamatan, di dunia, sangat berpengaruh buat akhirat kita. Contoh, pencarian kekayaan, yang kelihatannya sangat dunia banget, eh, dia bener-bener jd sesuatu yang diridhai oleh Allah, sabab kita mencarinya sambil diiringi oleh dhuha, tahajjud, qabliyah ba’diyah, berjamaah baca Qur’an, dan bersedekah. Bukankah ini menjadi nikmat adanya? Apalagi kita tempuh juga jalan-jalan kesabaran, ketegaran, keistiqamahan, baik sangka ke Allah. Wuah, tambah oke dah tuh jalan. Demikian juga perjalanan antum dan istri, yang berjalan mencari kesembuhan. Yang lain, hanya ke rumah sakit dan dokter, sedang antum, meniti jalannya Allah. Ok, saya nantikan terus pelajaran dari Faruq dan keluarga. Setelah jalan riyadhah, jangan lupa bener-bener meniti jalan-jalan yang saya sebut di jawaban sms ini ya.

(+) Subhanallah.. Terima kasih Tadz,jazzakallahu khairan katsira.

(-) mohon izin, saya naikin di web di DhuhaaCofee, selengkap-lengkapnya. Bahkan saya cantumkan nomor hp antum, agar menjadi wasilah juga bagi antum untuk berdakwah. Subhaanallaah, ada keinginan buat saya menjadikan antum dan istri, sebagai ustadz dan ustadzah beneran. Yang meniti karir di dunia dakwah saja. Saya mau pakaikan sesuatu kepada antum berdua, sehingga ga usah kerja lagi. Cukup sudah dengan menyiarkan saja apa yang antum rasa. Tadz, saya beneran hampir nangis nih nulisnya. Betapa saya mengingat perjuangan saya di awal-awal dulu, dan perjuangan kawan-kawan yang percaya akan kekuatan Allah. Tidak mudah memang. tapi daripada keluar masuk rumah sakit? Keluar masuk penjara? He he. Atau daripada kena makian orang, hinaan orang, lantaran hutang atau miskinnya. Atau daripada kerja pagi siang malem yang ujungnya hanya penyakit? Kan mending bagi waktu dengan Allah, dengan bersungguh-sungguh beriyadhah. Percayalah, kalau kita yang bertutur, yang udah pernah ngalaminnya, akan banyak efeknya buat mereka-mereka yang bisa kita tarik untuk berlari mendekat kepada Allah. Antum tulis buku, antum ceramah, antum keliling, berdua dengan istri, ke seantero dunia. Seperti saya, dan guru antum yang lain: Aa Gym. Ok, saya mohon izinnya ya. Antum juga silahkan buka-buka web ya. Khususnya di kolom DhuhaaCofee dan di Kuliah Tauhid di KuliahOnline. Jazaakallaah. Salam buat istri.

(+) Subhanallah.. Allohu Akbar..

(Jamaah semua, proses dari 0 nya ustadz farouq ini terekam di web ini. Di kolom sms. Cuma, memang jamaah semua perlu meneliti satu demi satu sms, yang mana yang dari beliau. Sejak pertama ketemu kami-kami, kemudian bagaimana beliau mengecek ke laboratorium medis untuk mengukur tingkat keberhasilan penyembuhan lupus istrinya lewat jalan Riyadhah 40 hari. Kita doakan beliau dan istrinya, juga kita-kita ini, agar istiqamah, dan semakin yakin akan Kebesaran Allah. Amin).


Dhuha Coffee (bag.8)

by yusufmansur on 27-02-2009

Belom lama ini, ada sms masuk mempertanyakan sikap seorang ustadz yang begini dan begitu. Terjadilah dialog dengan saya. Siapa tau dialog ini berguna. Saya pun pernah “dinilai”, dan bahkan sering dinilai. Namun penilaian ini kerap juga tidak fair.

Contoh: Satu saat saya diundang ke Bogor. Setelah perjalanan berhari-hari ke luar kota, saya jalan ke Bogor. Kondisi sangat tidak memungkinkan untuk jalan ke Bogor. Mestinya istirahat total. Walhasil, di perjalanan, hampir pingsan. Sampe di acara, baterai saya, udah tinggal 1% istilahnya. Hanya cukup untuk bicara. Kepala rasanya udah hampir meledak sebab saking pusingnya. Entahlah. Di sisa energi itu, saya terlihat memang sangat sombong. Ga bisa tersenyum sempurna ketika disapa orang, menolak untuk difoto, dan meminta MC menyegerakan acara, padahal tuan rumah berkenan terlebih dahulu beramah tamah. Saat itu, saya terpaksa mengikuti “rengekan” panitia dan tuan rumah, agar saya mau beramah tamah. Meski makan sekedar kuenya saja dan menyeruput teh nya. Saya ikutin. Begitu saya duduk, masya Allah, barisan orang masuk (sebab disuruh oleh tuan rumah), untuk foto-foto, sebagai kesempatan ada saya. Sungguh, saya udah benar-benar mau pingsan rasanya.
Akhirnya, dengan halus saya minta tolong, agar pembicara yang sedang bicara, berkenan menjeda sebentar, untuk diisi oleh saya, untuk kemudian diteruskan lagi. Alhamdulillah, berkenan. Sayang, saya benar-benar udah mau game over. Akhirnya hanya kira-kira 10 menitan saya bicara. Setelah itu, karena pandangan udah agak gelap, saya memilih segera cabut. Sampai-sampai saya ga sempat pamitan kepada tuan rumah. Saya seperti melupakan.
Di perjalanan, saya yang tiada asisten, tiada pengawal, tiada ajudan, lalu kemudian benar-benar roboh. Tanpa supir saya juga tahu. Bahkan ketika saya pamitan pun, rasanya dulu benar-benar ga pamitan sama panita. Hingga panitia yang saat itu mau memberi amplop, langsung saya cut, dengan mengatakan, saya mohon izin lansung pulang dulu, begitu saya bilang, sambil berlalu cepat. Bahkan sangat cepat, seakan tiada jeda memberi panitia memberi kesan pesan. Nah, setelah perjuangan yang sedemikian rupa, untuk tetap hadir, akhirnya saya dipergunjingkan orang, bahwa saya datang dengan ketidakramahan, dan pulang juga dengan kesombongan. Ada seorang panitia yang bicara, katanya saya tidak menghargai mereka-mereka yang sudah mempersiapkan acara sejak shubuh! Masya Allah.
Sungguh tiada maksud untuk begitu. Namun keadaan saya. Dan saya bahkan saat itu ga bisa menjelaskan apa-apa tentang penyakit saya dan apa yg saya rasa, sebab memang energi saya hanya untuk bicara. Nah, kemudian, saya dapat sms. Isinya kritikan terhadap satu sosok ustadz. Nampaknya, bisa jadi benar. Tapi bisa jadi juga salah. Kiranya, mari kita sibukkan diri untuk banyak-banyak melihat diri kita, mengintrospeksi diri kita. Bukan tidak boleh memberi nasihat. Boleh. Bukan tidak boleh memberi kritikan. Boleh. Namun, jadikan juga nasihat kita, kritikan kita, doa buat yang diberi nasihat, doa buat yang diberi kritik. Dan jadikan itu juga cermin untuk diri sendiri. Sms dari jamaah ini, saya potong. Saya konsentrasikan di jawaban saya. Mudah-mudahan benar-benar bermanfaat.
Waba’du, jangan malah dengan sms saya ini, jadi takut mengkritisi sesuatu. Tetap saja. Namun, kesantunan dan baik sangka, tetap harus jadi nomor satu:

(+) Ya ustadz,hal ini mungkin bisa jadi bahan ceramah juga,karena ini benar-benar terjadi mungkin tidak disadari oleh yang bersangkutan,tapi hanya disadari oleh yang kelaparan:-).

(-) Kita sebagai penilai, kadang melihat dengan mata terbatas, dan mendengar dengan telinga yang terbatas. Dengan segala keterbatasan itulah kita melihat dan mendengar. Afwan ya. Saya perhatikan betul-betul sms saudara, di tengah ribuan sms yang masuk ke sms saya. Saya koq seperti mendapati hal itu. Entahlah. Mudah-mudahan kita termasuk yang diselamatkan Allah. Sungguh, di dunia ini kearifan itu bukan menurut “pendapat kita” dan “kata kita”. Ada Yang Maha Hakiki yang lebih bisa menilai semuanya. Ada baiknya, sisakan juga penglihatan kita untuk muhasabah diri kita juga. Siapa tahu Allah yang sengaja mempergelarkan apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar, justru untuk kita. Supaya kita mempelajarinya, memahaminya, dan mengambil ibrah darinya. Demikian ya. Kalau tidak, kita akan capai sendiri. Salam hormat, Yusuf Mansur.

@Rahasia sedekah

Rahasia sedekah sudah dijelaskan oleh nabi Muhammad saw, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam al-Quran, jauh sebelum literatur-literatur lainnya memberikan keterangan mengenai rahasia yang terkandung di balik praktik sedekah.

Adalah ustadz Yusuf Mansyur yang memopulerkan bahasan mengenai rahasia sedekah ini dalam ceramah-ceramah yang diberikannya kepada masyarakat, bahkan buku mengenai rahasia sedekah sudah bisa kita temukan di toko buku.

Lantas, apa saja rahasia yang terkandung di balik sedekah ini? Beberapa di antaranya adalah:

A. Rahasia sedekah: Kematian

Rasulullah saw bersabda:

“Sedekah dapat menolak kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 2)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

Pada suatu hari orang yahudi lewat dekat Rasulullah saw, lalu ia mengucapkan: Assam ‘alayka (kematian atasmu). Rasulullah saw menjawab: ‘Alayka (atasmu). Lalu para sahabatnya berkata: Ia mengucapkan salam atasmu dengan ucapan kematian, ia berkata: kematian atasmu. Nabi saw bersabda: “Demikian juga jawabanku.” Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang yahudi ini tengkuknya akan digigit oleh binatang yang hitam (ular dan kalajengking) dan mematikannya. Kemudian orang yahudi itu pergi mencari kayu bakar lalu ia membawa kayu bakar yang banyak. Rasulullah saw belum meninggalkan tempat itu yahudi tersebut lewat lagi (belum mati). Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Letakkan kayu bakarmu.” Ternyata di dalam kayu bakar itu ada binatang hitam seperti yang dinyatakan oleh beliau. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Wahai yahudi, amal apa yang kamu lakukan? Ia menjawab: Aku tidak punya kerjaan kecuali mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini, dan aku membawa dua potong roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong yang lain aku sedekahkan pada orang miskin. Maka Rasulullah saw bersabda: “Dengan sedekah itu Allah menyelamatkan dia.” Selanjutnya beliau bersabda: “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)

B. Rahasia sedekah: Bertambahnya rezeki

Rasulullah saw bersabda:

“Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)

C. Rahasia sedekah: Bahaya

Rasulullah saw bersabda:

“Mulai pagi harimu dengan sedekah, barangsiapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah ia tidak akan terkena sasaran bala.” (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 15)

D. Rahasia sedekah: Keimanan

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba sehingga ia melakukan empat hal: Berakhlak baik, bersikap dermawan, menahan karunia dari ucapan, dan mengeluarkan karunia dari hartanya.” (Al-Wasail 6: 259, hadis ke 21)

E. Rahasia sedekah: Perang Uhud

Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata bahwa Allah Swt berfirman:

“Segala sesuatu Aku wakilkan pada orang selain-Ku untuk menggenggamnya kecuali sedekah, Aku sendiri dengan tangan-Ku yang mengambilnya, sekalipun seseorang bersedekah dengan satu biji korma atau sebelah biji korma. Kemudian Aku menambahkan baginya sebagaimana ia menambahkan sebelum meninggalkan. Kemudian saat ia datang pada hari kiamat ia mendapat pahala seperti pahala perang Uhud bahkan lebih besar dari pahala perang Uhud.” (Al-Wasail 6: 265, hadis ke 7)

F. Rahasia sedekah: Penjagaan Allah Sepanjang Hari

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Awali pagi harimu dengan sedekah, gemarlah bersedekah. Tidak ada seorang mukmin pun yang bersedekah karena mengharapkan apa yang ada di sisi Allah untuk menolak keburukan yang akan turun dari langi ke bumi pada hari itu, kecuali Allah menjaganya dari keburukan apa yang akan turun dari langit ke bumi pada hari itu.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 3)

G. Rahasia sedekah: Merubah Takdir

Rasulullah saw berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib (sa):

“Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturahim dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada sedekah ketika keluarga dekatnya membutuhkan. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah).” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)

H. Rahasia sedekah: Penolak Hari Nahas

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Antara aku dan seseorang punya perhitungan tentang bumi. Orang itu ahli nujum, ia sengaja keluar rumah untuk suatu urusan pada saat “Al-Su’ud” (bulan berada di manazil Al-Su’ud), dan aku juga keluar rumah pada hari nahas. Lalu kami menghitungnya, lalu keluarlah untukku dua perhitungan yang baik. Kemudian orang itu memukulkan tangan kanannya pada tangan kirinya, kemudian berkata: Aku belum pernah sama sekali melihat hari seperti hari ini. Aku berkata: Celaka hari yang lain dan hari apa itu? Ia berkata: Aku ahli nujum, aku datang padamu pada hari nahas, aku keluar rumah pada saat Al-Su’ud, kemudian kami menghitung, lalu keluarlah untuk Anda dua perhitungan yang baik. Ketika itulah aku berkata kepadanya: “Tidakkah aku pernah menyampaikan suatu hadis yang disampaikan padaku oleh ayahku? Yaitu Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari hari nahas, maka hendak mengawali harinya dengan sedekah, niscaya Allah menyelamatkannya dari hari nahas itu. Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari malam nahas, maka hendaknya mengawali malamnya dengan sedekah niscaya ia diselamatkan dari malam nahas itu. Kemudian aku berkata: “Sesungguhnya aku mengawali keluar rumah dengan sedekah; ini lebih baik bagimu daripada ilmu nujum.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 1)

I. Rahasia sedakah: Sedekah di Malam hari dan Siang hari

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Sesungguhnya sedekah di malam hari dapat memadamkan murka Allah, menghapus dosa besar dan mempermudah perhitungan amal; sedekah di siang hari dapat menumbuhkan harta dan menambah umur.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 2)

J. Rahasia sedekah: Ali bin Abi Thalib

Imam Ali bin Abi Thalib (sa):

“Sesungguhnya tawassul yang paling utama adalah bertawasul dengan keimanan kepada Allah …, dengan silaturrahim karena hal ini dapat menumbuhkan harta dan menambah umur; dengan sedekah yang tersembunyi karena hal ini dapat menghapuskan kesalahan dan memadamkan murkan Allah Azza wa Jalla; dengan amal-amal yang ma’ruf (kebajikan) karena hal ini dapat menolak kematian yang buruk dan menjaga dari pertarungan kehinaan…” (Al-Wasail 6: 275, hadis ke 4)

K. Sedekah itu mensucikan jiwa

Allah Ta`ala berfirman:

”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka , dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka , dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu ( menjadi ) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui.“ (QS At-Taubah: 103)

Matematika Dasar Sedekah

Menurut Yusuf Mansyur, seorang ustadz yang memopulerkan bahasan rahasia sedekah, sedekah mempunyai perhitungan matematisnya sendiri, seperti yang diuraikan sebagai berikut:

Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?

10 – 1 = 19

Ya, di sana kita akan melihat keganjilan hitungan matematis. Sebuah pengurangan yang justru menghasilkan penambahan. Kenapa begitu? Kenapa bukan 10-1 = 9? Inilah matematika sedekah, kita memberi dari apa yang kita punya, dan Allah akan mengembalikan lebih banyak lagi. Matematika sedekah di atas, diambil dari Quran Surat Al-An`am ayat 160, Allah menjanjikan balasan 10X lipat bagi mereka yang mau berbuat baik (sedekah), bahkan dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah menjanjikan hingga 700X lipat.

Sebelumnya, kita sudah mengetahui, bahwa:

10 - 1 = 19

Maka, ketemulah ilustrasi matematika ini:

10 - 2= 28
10 - 3= 37
10 - 4= 46
10 - 5= 55
10 - 6= 64
10 - 7= 73
10 - 8= 82
10 - 9= 91
10 - 10= 100

Sedekah 2.5 % Tidaklah Cukup

Dengan infak 2,5% yang biasa kita berikan, jika kita telaah lebih jauh ternyata tidak mempunyai pengaruh yang signifikan.

Misalnya, seorang karyawan yang mempunya gaji 1 juta. Dia punya pengeluaran rutin 2 juta, kemudian dia bersedekah 2,5% dari penghasilan yang 1 juta itu. Maka perhitungannya adalah: 2,5% dari 1.000.000 = 25.000. Maka yang tercatat: 1.000.000 – 25.000 = 975.000.

Angka 975.000 bukan hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dikeluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau sebesar 250.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 975.000 + 250.000 = 1.225.000.

Jadi, “hasil akhir” dari perhitungan sedekah 2,5% dari 1 juta, hanya Rp. 1.225.000,-. Angka ini masih jauh dari pengeluaran dia yang sebesar 2 juta. Jadi, jika dia sedekahnya 2,5%, dia harus mencari sisa Rp. 775.000 untuk menutupi kebutuhannya.

Maka sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Hasilnya akan lebih besar bila sedekah 10%.
perhitungannya adalah: 10% dari 1.000.000 = 100.000. Maka yang tercatat : 1.000.000 – 100.000 = 900.000.

Ingatlah, angka 900.000 itu bukanlah hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau dikembalikan sebesar 1.000.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 900.000 + 1.000.000 = 1.900.000.

Dengan perhitungan ini, dia berhasil mengubah penghasilannya mendekati angka pengeluaran yang 2 juta. Dia hanya butuh 100 ribu tambahan lagi, yang barangkali Allah yang akan menggenapkannya.

Katakanlah kepada hamba-hambaku yang telah beriman: Hendaklah mereka mendirikan Shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-teranganan sebelum datang hari ( kiamat ) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan. (QS Ibrahim: 31)

Jumat, 09 Januari 2009

@Berkahnya Testimoni Sedekah Ustad Yusuf Mansyur

Saat giliran Ustad Yusuf Mansur bicara, tentang makbulnya sedekah dan berdoa, ternyata responnya luar biasa.

“Silakan lipat kertas kecil yang telah dibagikan, di satu sisi kertas tersebut mohon tulis nama dan cp anda, itu sebagai silaturahmi anda dengan saya. Kemudian di kertas satunya lagi tuliskan berapa anda bersedia untuk sedekah… saat ini!” demikian antara lain kata Yusuf Mansur.

Hitung punya hitung maka terkumpullah sekitar 16 jetean…. Rincinya, entah, panitia belum mengabariku. Uang tersebut dipersilakan oleh Yusuf Mansur untuk disalurkan oleh panitia kepada siapa saja yang sedang kesulitan.

“Ketika kami berangkat dari Bandara Cengkareng,” berkata Fauzil Adhim. ”Kami diberi tahu tentang musibah yang tengah dialami oleh orang tua, yakni ibunda Leyla Imtichanah, yang kini tengah menderita kanker lidah…”

“Nah, kalau begitu silakan sebagian berikan kepada penulis muda berbakat itu,” kata seorang peserta, rupanya dia diam-diam fansnya Leyla Imtichanah.

“Alhamdulillah…. Terima kasih atas nama adik saya, Leyla Imtichanah,” kataku begitu panitia, Mas Dasuka, menyerahkan sejumlah uang untuk Leyla.

“Teteh, boleh saya beli saja dulu ya itu dolar Singapura-nya,” tawar Fauzil Adhim di atas mobil Mas Yudhi yang mengantar kami ke rumah Febi. “Nanti saya transfer ke BCA teteh…”

“Oke, bagaimana baiknya saja,” sahutku merasa lega juga, karena membawa uang cash pastilah menjadi beban tersendiri bagiku yang tak pernah bawa uang banyak. Emang uangnya juga gak pernah banyak laaageee, hehehe…

Luar biasa animo para peserta yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswi dan ibu-ibu-bapak, warga Indonesia yang bermukim di kota Singa ini. Selain antusias tentang materi yang diberikan pembicara, ternyata mereka pun sangat antusias dan peduli sekali dengan derita orang lain. Terima kasih, sodara-sodaraku tercinta, semoga Allah Swt membalas budi baik anda semua, amin ya robbul alamin…

Setelah acara ini selesai, esoknya ada pengajian di rumah mbak Lia di kawasan Kembangan. Buku yang kubawa tinggal beberapa eksemplar lagi, aku yakin pasti habiiiiis! Sebelumnya buku karya Yusuf Mansur yang terjual juga hasilnya disedekahkan kepadaku, hehehe…. Thanks adik Ustad!

Catatan; Hari ini, Rabu 25 Januari 2006, teteh mendapatkan sms dari mas Ustad, eeh, Fauzil Adhim bahwa uang yang terkumpul ada 6 juta sekian, digenapkan oleh beliau menjadi 7 juta. Untuk Leyla Imtichanah 5 juta rupiah, 2 juta rupiah untuk Amin Johari, anak yatim anak seorang anggota FLP Banten, yang terancam di-DO dari sekolahnya karena tak mampu .

@Yusuf Mansyur: Berangkat Haji Berkat Sedekah


Subhanallah walhamdulilla, karena saya sering menyuruh orang untuk bersedekah, saya diuji bertubi-tubi.’

Pendiri Daarul QurĂ­an Internasional School, Ustadz Yusuf Mansur, mengaku pernah lupa bahwa manusia tak boleh memastikan sesuatu yang belum terjadi. Yusuf berkisah, pada 1990 lalu, ia yakin dan telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menunaikan ibadah haji. Namun, menjelang hari pemberangkatan ia memliliki masalah sehingga batal ke Tanah Haram. Begitu pula pada tahun 2003. Saat itu, Yusuf kembali memiliki segala persiapan untuk berangkat ke Arab Saudi. Namun karena terganjal masalah keluarga, lagi-lagi ia batal untuk menunaikan ibadah haji.

”Astaghfirullah. Saya pernah lupa sudah merasa yakin dan memastikan hal yang belum terjadi. La haula wala kuwata illah billah,” ujarnya. Tahun 2005, media massa kerap menggunakan gelar haji yang melekat pada dirinya. ”Padahal waktu itu saya belum berhaji. Alhamdulillah, itu saya anggap sebuah doa,” ujarnya. Ia pun sengaja tidak mengklarifikasi masalah itu karena gelar haji memotivasinya untuk terus memohon agar Allah mengijinkannya berhaji.

Setahun kemudian, sebuah travel terkemuka menawarkan dirinya untuk menunaikan ibadah haji secara gratis. Ia pun diamanahkan untuk menjadi pimpinan rombongan. Ia sempat menolak lantaran belum pernah menunaikan haji. Namun pihak travel terus mendesak ustadz yang pernah keranjingan balap motor ini. Akhirnya, ia pun setuju dan iklan pun dipajang untuk mengajak masyarakat berangkat haji bersamanya. Pendaftaran para calon jamaah haji pun mengalir. Antusias masyarakat yang ingin pergi bersamanya begitu tinggi.

Tapi Allah masih berkehendak lain. Menjelang pemberangkatan, pihak travel membatalkan dengan alasan jika belum berhaji tidak diizinkan memimpin rombongan. Akhirnya, pihak travel menawarkan diri nya menjadi jamaah lebih dulu, dan tahun berikutnya menjadi pemimpin rombongan. Tapi tawaran tersebut tak lagi gratis namun mendapat diskon hampir setengah harga. Pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini mengaku sempat menangis. Bukan karena biaya gratis yang dibatalkan. Ia khawatir merasa membohongi masyarakat dan membuat kecewa banyak calon jamaah.

Namun ia lebih sedih lantaran Allah tak jua memanggilnya untuk ke Tanah Suci. Ayah empat putra tersebut hampir saja khilaf dan memarahi pimpinan travel. Tapi ia terus bersabar dan bertawakal. Penggarap juga pemain film Kun Fa Yakuun ini sempat pesimis dirinya tak kan pernah berhaji. Yusuf sempat trauma membicarakan masalah haji, tapi kemudian bangkit lagi. Ia kemudian menyerahkan keinginan mulianya kepada Sang Khalik.

Di tengah kondisi yang kurang mengenakkan, tiba-tiba seorang sahabatnya dari luar kota datang dan hendak meminjam uang sebesar Rp 40 juta. Uang tersebut akan digunakan sahabatnya memberangkatkan saudaranya ke Tanah Suci. Karibnya itu memberi jaminan sebuah mobil tua yang kalau dijual harga tertingginya sekitar Rp 30 juta.

”Subhanallah walhamdulillah, karena saya sering menyuruh orang untuk bersedekah, saya diuji bertubi-tubi,” ujarnya. Dengan kesabaran dan keikhlasan, ia pun memberikan uang tersebut kepada kawannya. Sedangkan mobil tua itu ia biarkan saja. Yusuf sempat bertanya pada Allah tentang hikmah apa yang ada dibalik semua ujian kegagalannya berhaji. Setelah pendaftaran haji 2006 ditutup, ia pun pasrah. Tapi diluar dugaan, ia bertemu dengan seorang Habib keturunan Arab yang mengajaknya makan siang.

Di akhir pertemuannya, sang Habib menanyakan kapan berangkat haji. ”Saya cuma katakan, tidak jadi berangkat. Tidak punya uang,” ujarnya. Allah kemudian menunjukkan Kuasa-Nya. Di saat pendaftaran haji sudah tutup, ia bersama istrinya justru berangkat ke Tanah Haram. Yusuf pun semakin sadar apa yang ada dalam persepsi manusia tidak sepenuhnya benar. Ia pun semakin merasakan kehebatan sedekah yang luar biasa. ”Allah memiliki skenario terbaik,” tuturnya. c68/dokrep/desember 2008



@Yusuf Mansyur: Berdakwah Lewat Kisah Sedekah

Muda, terkenal, sukses dan ulama pula. Pahir perjalanan hidup mengantar dia menjadi seperti sekarang. Ustadz Yusuf Mansur, tak ingin shaleh sendirian. Lewat Wisata Hati, dia mengajak semua umat untuk berbagi (sedekah) dengan mereka yang kesulitan dengan berbagai media dakwah verbal, buku, sinetron, dan film . Ajakannya seolah menjadi sebuah gerakan mulia mencontoh Rasulullah SAW. Atas itu, Yusuf Mansur menjadi salah satu Tokoh Perubahan Republika 2007.

Dia menganggap pengalaman hidup yang pahit ada dua makna, ujian atau azab. Jika itu azab, maka andai sulit diatasi selama bertahun-tahun, jawabannya adalah taubat yang suci dan ikhlas. Tapi jika itu ujian, maka bisa jadi itu ‘jamu’ yang menjadi obat untuk hidup lebih baik. Di sela kesibukannya berdakwah dan mengasuh pondok pesantren Tahfidz Qur’an, Darul Qur’an, di Kampung Ketapang, Cipondoh, Tangerang, dai muda ini bertutur tentang pengalaman hidupnya kepada wartawan Republika . Berikut petikannya.

Apa yang melatari Anda menjadi dai?
Awalnya saya menulis buku (Mencari Tuhan yang Hilang-red). Setelah itu, sering diminta melakukan bedah buku yang isinya tentang kehidupan terutama tentang pribadi saya. Pengalaman bedah buku di seminar dan forum itu, kemudian menjadi metode bertutur lewat kisah. Alhamdulillah, saya sadar betul bila Allah sudah memberikan jalan pilihan bagi saya untuk berdakwah. Target dakwah saya memang soal sedekah.

Jadi, memang sengaja memilih tema sedekah?
Ya, saya sadar betul memilih tema sedekah itu. Tujuannya, agar jamaah ikut bersedekah. Sebab, dengan jamaah bersedekah, artinya kita juga ikut sedekah. Ketika jamaah bersedekah, artinya itu merupakan sedekah kita juga.
Saya fokus di tema sedekah karena saya ingin bangsa ini berubah. Dulu saya menangis, karena kesusahan. Setelah ditemukan jawabannya ternyata sedekah. Ini kan benar-benar aneh dan ngawur. Orang susah kok disuruh sedekah. Tapi memang itu jawabannya. Saya ingin jamaah merasakan apa yang dirasakan pelaku sedekah.

Anda masih muda. Boleh tahu tantangan berat menjadi ustadz di usia muda?
Ya. ha.. ha..ha..,tantangannya itu saya kira off the record

Ada cara mengatasinya?
Ya, jangan terlalu dipikirin

Tantangan lainnya apa?
Kata orang tantangan bagi dai itu datang dari kalangan ustadz sendiri. Alhamdulillah, saya justeru dapat dukungan dari mereka.

Mengapa begitu, bagaimana resepnya?
Saya disupport, karena tema yang saya angkat menarik. Saya bicara soal sedekah yang dulunya orang jarang berani mengupas. Takut diangap tidak ikhlas atau riya. Ya, hadiah Allah yang melalui mulut saya, yang membuat sesuatu yang berbeda tentang sedekah ini.

Dengan jadwal yang padat, apa tak ada masalah dengan keluarga?
Itu tantangan berikut yang harus dihadapi para dai. Tantangan internal memang dari keluarga sendiri. Dalam hal waktu, saya pernah selama setahun tidak bertemu orang tua, istri dan anak serta saudara. Tapi, Alhamdulillah beliau-beliau serta mereka itu bisa memahami kondisi dan posisi saya sebagai ustadz. Mereka menyadari dan paham bila lebih banyak orang lain yang berjuang tanpa bisa melihat keluarganya. Merekalah para mujahid fi sabilillah. Kami masih mendingan, karena masih bisa pulang.

Ada pengalaman getir selama setahun tidak bertemu keluarga?
Memang ya. Saya sedih, sedang berada di tempat lain ketika ayah tiri saya meninggal sehingga tidak sempat melihat. Karena itu, pada tahun 2008 strategi dakwah akan saya ubah.

Strategi seperti apa?
Sebelumnya saya berdakwah personal. Nantinya bersifat kelembagaan atau institusional. Jadi, ada semacam sentra kuliah dengan merilis modul-modul kuliah atau modu-modul kajian. Kemudian men-ToT (Training on Trainer)-kan pada dai-dai muda lainnya. Di setiap sentra ada asatidz (ustadz-ustadz) yang sudah dibina untuk menyebarkan materi yang disiapkan.

Apakah model itu efektif?
Justru ini sangat efektif. Sebab, mereka bisa secara bebas waktu dan tempat menjalankan dan melaksanakan materi kita. Juga tak ada konsentrasi massa yang sangat banyak di satu tempat. Sebaliknya massa yang bisa disentuh dakwah lebih banyak. Hasilnya, menurut saya lebih efektif.
Kebetulan, kita akan menggelar road show ‘Kun fa Yakuun’ di seratus kota di Indonesia. Insya Allah kami akan jumpa dengan sekitar 19,2 juta orang dari 19 ribu majelis. Jika setiap majelis beranggotakann seratus orang berarti ada 19,2 juta orang. Itu hitungan sederhana yang tak akan tercapai jika saya keliling. Bayangkan kita keliling 19 ribu masjid, aduh..!

Jadi, tidak lagi menggunakan media massa?
Tidak begitu. Kita tetap memanfaatkan media massa sebagaimana sebelumnya. Hanya saja, intensitasnya dikurangi. Dulu saya memang memilih menggunakan televisi, radio dan internet. Ternyata semua itu mempunyai keterbatasan. Di antaranya, televisi dan radio itu bukan milik kita. Misalnya, ada orang yang hendak mengaji, jam 10.00 malam. Itu kan tidak bisa kita stel sesuai dengan keinginan kita sendiri. Nah, dengan modul-modul, asatidz di daerah tinggal menerangkan secara global. Detailnya bisa diperoleh lewat modul atau DVD yang bisa dilihat di tiap sentra.

Berapa target pendirian sentra pada 2008 ini?
Tahun ini kami targetkan 300 sentra dakwah. Awal tahun ini sudah ada 40 sentra di kawasan Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banjarmasin, Kalimantan serta di Medan (Sumatra Utara). Februari ini akan dibentuk di Padang, Sumatra Barat.
Sentra dakwah juga bisa jadi roda penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Bayangkan, bila saya pengajian di sana, banyak orang datang sehingga jamaah bisa buka usaha dengan menjual produk. Sentra juga bisa jadi pusat gerai hingga bisa jadi nilai tambah. Inilah, jika kita mengurusi jalan Allah, maka akan diberi jalan pula oleh Allah.

Tidakkah Anda jadi lebih sibuk?
Sebaliknya, waktu untuk keluarga akan makin banyak. Jika dulu, saya harus keliling kota di Indonesia, karena kita ditentukan oleh permintaan orang. Kini, tidak begitu. Dengan menggunakan modul-modul dan DVD itu kita bisa menentukan waktunya. Kita bisa menawar mengenai ketentuan waktu itu. Bahkan, saya sudah mulai mengurangi roadshow ke daerah. Jika dulu sepuluh kali roadshow sekarang lima atau mungkin tiga kali saja. Bahkan, bisa sekali sehari. Buktinya, tadi pagi (Sabtu/12/1) tadi saya bisa mengantarkan anak berlibur ke Ancol.
Waktu untuk bertemu keluarga, orang tua, mertua dan tetangga sudah cukup banyak. Dulu saya sempat dianggap sombong oleh tetangga. Karena, saat saya kembali ke rumah banyak tetangga yang ingin bertemu tapi waktu saya amat minim karena harus berangkat lagi.
Saya bilang ke mereka, kalau saya mau menemui istri dan memeluk serta mencium anak dulu. Eh, tetangga bilang saya berubah. Saya dicap sombong, belagu mentang-mentang sudah jadi ustadz. Padahal, saya tidak bermaksud begitu. Karena itu, akhirnya saya pikirkan bagaimana ada perpanjangan tangan untuk distribusi ilmu yang tidak ada masalah dengan persoalan waktu.

Sejak kapan hal ini direncanakan?
Kami mulai mengerem kegiatan awal 2007. Kami kurangi jadwal dari 10 kali sehari menjadi tiga kali dan sekali saja. Materi akan disesuaikan dengan pengalaman riil di tengah masyarakat. Saya punya materi-materi yang dimodulkan itu seperti ”Bagaimana Agar Gampang Bayar Hutang, Gampang Dapat Jodoh, Mudah Mendapat Pekerjaan, Bisa Mendapatkan Modal Tanpa Bayar.”
Dulu untuk berceramah, masyarakat mengundang saya datang ke tempat mereka. Sekarang tidak begitu. Mereka cukup datang ke sentra saja dan sudah ada perangkat multimedia dan media off print yang bisa diakses jamaah.

Masih sempat memproduksi sinetron?
Masih. Sekarang malah tambah bersemangat. Sebab, saya memproduksi sendiri sinetron-sinetron dakwah itu.

Anda berencana menulis buku lagi?
Setelah kami lahirkan tema-tema sedekah, saya juga akan menerbitkan The Miracle (Keajaiban) yang berisi kesaksian lengkap dengan hitung-hitunganya. Buku itu tentang sedekah dari tinjauan filosofis dan akademis.

Siapa yang mengilhami dan terlibat dalam pembuatan buku tersebut?
Sudah menjadi kewajiban saya, menyampaikan lewat lisan dan tulisan. Itu akan menjadi matakuliah yang pengikutnya jutaan. Sebab, akan kita upload langsung di web.
Tutorialnya lewat web yang on line 24 jam. Saya yakin belajar dari The Miracle itu akan mengetahui bagaimana kekuatan mahadahsyat sedekah yang datang dari Allah yang bekerja dengan efektif dalam kehidupan manusia.

Bagaimana perkembangan pesantren darul Qur’an, Wisata hati?
Alhamdulillah. Kalau melihat perkembangannya saya ingin menangis. Dulu saya hanya ingin keluar dari penjara dengan mengamalkan Alquran. Untuk itu, saya merintis pesantren. Pada 2003 saya pamit sama ustadz Basoni dan H Ahmad minta santri. Ketika 2004 ada delapan santri. Setelah itu itu berkembang sampai sekarang. Buat saya, pesantren itu adalah laboratorium. Bagi jamaah, saya bilang kalau mau dekat dengan Allah, ikut menanggung membantu santri di pesantren. Alhamdulillah dukungannya gila-gilaan. Sekarang ada donatur dari Semarang, Surabaya, Sulawesi, Sumatera dan lain sebagainya. Kami mau membangun pesantren dengan dana hampir Rp 200 miliar.

Matematika Kun Fa Yakuun
5+3=-2. Tidak selamanya hitung-hitungan matematika lima ditambah tiga sama dengan delapan. Boleh jadi hasil akhirnya minus dua jika manusia banyak melakuan tindakan yang haram.

”Memang ada matematika yang aneh. Yaitu bukan matematika manusia. Disebut aneh karena kita tidak belajar. Yaitu sepuluh dikurang satu, hasilnya bukan sembilan, tapi sembilan belas. Karena satu yang disedekahkan ke Allah, dikembalikan lagi oleh Allah sepuluh. Jadi praktis hasil akhirnya sembilan belas,” tandas Ustad Yusuf Mansur usai memberikan taushiah di Masjid Kompelks Pondok Pesantren Wisata Hati, Cipondoh Tangerang.

Matematika tidak linier itu menurut Yusuf Mansur harus dikampanyekan agar kehidupan bangsa lebih baik lagi ke depan. ”Kita sudah berhasil menyosialisasikan sedekah dan sekarang saatnya bicara soal dosa besar,” kata dai muda berusia 31 tahun itu.

Matematika aneh, kata dia, bisa menyelesaikan krisis bangsa. Dia bercerita soal kesaksian seorang siswi SMU di Makassar yang akan ujian dan ibundanya sedang sakit keras. Siswi itu berdoa dan berniat menyedekahkan seluruh uang di dalam celengannya. ”Doanya hanya satu, ia rela tidak lulus ujian asal ibunya sembuh.” Ibu siswi itu disembuhkan dari sakit dan ia juga lulus ujian.

Istimewa karena anak itu hanya punya satu kali permohonan. ”Kalau kita sedekahnya sekali, permohonannya borongan banyak banget.” Idealnya sedekah minimal 2,5 persen, Yang lebih afdol adalah 10 persen dari harta. ”Orang kita sering tidak adil. Minta disembuhkan penyakit jantung, yang jika operasi membutuhkan dana puluhan juta rupiah–hanya dengan sedekah Rp 100 ribu.”

Berbagi atau sedekah adalah tema sentral dakwah Yusuf Mansur. Meski banyak menerima kesaksian lewat SMS, tema dan pola dakwahnya digarap profesional dengan melibatkan tim. Sektiar 20 orang berada di ring satu, istilah Yusuf Mansur. ”Mereka bukan ajudah atau sekretaris karena saya tidak punya.” Yang paling dekat dengan dirinya adalah Ustadz Jamil dan Hendy Rochim.

Tak cukup dengan dakwah verbal dan personal, Ustad Yusuf pun menyampaikan misinya lewat blog, sinetron, lagu dan bahkan film. Sinetron Mahakasih yang diproduksi Sinemart menjadi tontonan yang ditunggu banyak pemirsa televisi karena cerita yang lugas, dan tidak menggurui dan tidak mengumbar kemewahan.

Belakangan ia merintis juga sebuah sekolah komersial Darul Quran International School yang menyasar kalangan menengah atas. Sinetron dan film produksinya seperti Kun Fa Yakuun, Mahakasih dan belakangan sebuah film dengan biaya produksi hingga Rp 6 miliar dengan bintang Agus Kuncoro, Zaskia Mecca dan Desy Ratnasari adalah juga menceritakan matematika tidak linier itu.

Yusuf Mansur
Lahir: 19 Desember 1976 (31 tahun) Pekerjaan: Pendiri Wisatahati Corporation/dakwah
Pendidikan: IAIN Jakarta
Karya:
Mencari Tuhan Yang Hilang (Buku)
Mahakasih (Sinetron)
Kun Fa Yakuun (Film dan Sinetron)





Text

My Blog List

Blogroll